Senin, 07 November 2016

KARSTKU SAYANG KARSTKU MALANG

Pro dan kontra pembangunan pabrik semen di wilayah kampung Teluk sumbang yang merupakan bagian dari karst Sangkulirang-Mangkalihat terus berdengung. Saya sendiri yang sampai saat ini tetap bangga menyandang gelar rimbawan merasa terusik. Kita perlu memikirkan bersama apa benar dengan adanya pabrik semen dan penambangan batu gamping diwilayah itu akan mengangkat perekonomian atau memajukan pembangunan wilayah sekitar tambang atau hanya kemajuan semu yang diperoleh. Tentunya kita tak perlu jauh-jauh mencari perbandingan keluar akan efek positif dan negatif dari sebuah kegiatan pertambangan. Saya sebagai penduduk kelurahan Teluk Bayur cukup mengambil perbandingan di wiayah Teluk Bayur. Saat saya menginjakan kaki pertama kali ke bumi battiwakal pada tahun 2002 karena panggilan tugas negara yang harus saya jalani adalah rasa kagum akan suasana asri dan udara yang sejuk. Sangat berbeda dengan susasana kota Samarinda sebagai kota asal saya. Pada tahun-tahun awal saya berada di Berau saya harus menggunakan selimut ketika tidur dimalam hari karena suhu udara yang cukup dingin, pada tahun-tahun awal tersebut saya juga belum pernah mengalami banjir di wiayah Teluk Bayur. Akan tetapi suasana itu berubah tatkala investasi pertambangan masuk ke Teluk Bayur, suhu udara menjadi panas sehingga saat ini sulit rasanya tidur jika tidak menggunakan pendingin ruangan, beberapa titik juga mulai mengalami banjir. Belum lagi lubang-lubang eks tambang yang hingga perusahaan tambang itu telah pergi tidak ditutup sehingga menyisakan danau-danau buatan. Banyak bentang alam yang rusak walaupun industri pertambangan tersebut telah mengantungi proper hijau atau bahkan proper emas.  Saya memang bukan ahli lingkungan tapi saya yakin saat bentang alam ini dirubah maka kondisi lingkungannya pasti akan berubah.
Cobalah kita berpikir lebih arif, apa benar saat investasi pertambangan masuk ke daerah kita maka tingkat kesempatan kerja kita bertambah atau hanya pertambahan semu yang kita peroleh. Karena peluang kerja yang dijanjikan ke masyarakat sekitar tidak lebih dari peluang kerja untuk buruh dan tenaga kasar lainnya. Yang pada saatnya tenaga kerja dengan keahlian rendah pasti akan tergantikan oleh tenaga kerja yang memiliki kemampuan lebih tinggi. Tingkatan manajerial pastinya bukan dari kalangan masyarakat desa di sekitar tambang.
Investasi industri semen memang sangat besar nilai ekonominya, tetapi investasi kelestarian lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati justru jauh lebih besar nilainya, baik itu nilai ekonomi maupun non ekonomi. Pemanfaatan kawasan lindung oleh industri tambang selalu menyisakan efek samping yang tidak  kecil, misalnya saja polusi, hilangnya sumber air, kekeringan, serta rusaknya lahan-lahan pertanian dan perkebunan masyarakat. Kegiatan industri semen dapat menimbulkan pencemaran tanah yang berpengaruh kepada tumbuhan dikarenakan semen mengandung senyawa trikalium silikat, dikalium silikat, trikalium aluminat, tetra kalsium, aluminium ferit, dan kapur bebas yang menyebabkan tumbuhan tidak tumbuh dengan subur. Selain pencemaran tanah industri semen juga menimbulkan pencemaran air dan pencemaran udara. Limbah yang terbesar dari industri semen atau pabrik semen adalah debu dan partikel, yang termasuk limbah gas dan limbah B2.
Efek samping tersebut sangatlah tidak berimbang dengan keuntungan ekonomi yang dihasilkan industri tersebut. Memang, secara hukum, pihak industri dan pihak pemerintah (provinsi dan kabupaten) memegang kunci utama bagi keberlanjutan usaha ini. Namun, mereka seharusnya bisa mengerti dan paham mengenai kearifan lokal masyarakat sekitar dan masalah kelestarian lingkungan. Mereka sudah seharusnya menjadi kawan bagi masyarakat awam dalam membangun wilayah yang selaras dengan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan hidup. Mereka dengan kebijakannya bisa mengubah itu semua.
Karst merupakan kawasan yang dapat menangkap kemudian menyimpan air dalam sungai bawah tanah. Rekahan pada karst merupakan jalur drainase vertikal air hujan  ke bawah permukaan tanah. Karst memiliki peran yang sangat penting dalam rangka pengaturan air. Karst mampu menampung air saat hujan tiba mencegah air mengalir langsung ke sungai. Simpanan air tersebut dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau tiba.
Menurut hemat penulis, pemerintah harus memperhatikan UU No.  32 tahun 2009  tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengatur bahwa masyarakat memiliki hak dan kesempatan berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Ia bisa berupa peran pengawasan sosial, pemberian saran, pendapat, usul, keberatan, pengaduan dan menyampaikan informasi dan atau laporan. 
Kita pastinya tidak ingin keelokan alam dan terumbu karang pulau kaniungan besar dan kaniungan kecil serta jernihnya labuan cermin hanya menjadi tinggal kenangan. Kesemua keindahan destinasi wisata yang ada saat ini merupakan titipan dari anak cucu kita bukanlah kue investasi yang dihabiskan oleh keserakahan. Sudah saatnya kita menjaga kelestarian bentang karst yang ada, menyayanginya sehingga lingkungan tetap lestari dan anak cucu kita tetap dapat menikmatnya.

Sabtu, 05 November 2016

AKU, KAU DAN WAKTU

Sang waktulah yang membuat kita bertemu
Mengikat kita dalam persahabatan
Memberikan berjuta kenangan manis 
Dalam lembar kisah hidup kita 

Sang waktulah yang menumbuhkan bunga cinta
Merangkainya menjadi seikat asa
Membingkai selaksa kenangan indah
Dalam biduk perasaan kita 

Tapi akhirnya sang waktu jualah yang mengakhiri
Memisahkan raga kita dengan jarak
Mengoyak luka diseparuh jiwa
Dalam kenangan yang takkan pernah sirna 

Selama Sang Pemilik waktu memberiku hidup
Aku takkan pernah mengalah dengan waktu
Karena setiap detiknya kan selalu kubisikkan
Kau yang memberikan waktu terindah bagiku
 *Dedicated For My Little Angel

Rabu, 19 Oktober 2016

Filosofi gula & Kopi ☕

Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?
Gula lah yg di salahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit
.
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg di salahkan?
Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis
.
Jika takaran kopi & gula balance
Siapa yg di puji...?
Tentu semua akan berkata...
Kopinya mantaaap
.
Kmn gula yg mempunyai andil
Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap
.
.
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...
.
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...
.
ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...
.
ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...
.
Akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut..PENYAKIT GULA
.
BEGITUlah HIDUP.... Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT Orang....
Tapi kesalahan akan dibesar-besarkan...
.
IKHLASlah seperti GULA...
LARUTlah seperti GULA...
.
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
tapi untuk DIRASAkan... 

Selasa, 20 September 2016

PENINGKATAN KESADARAN STATISTIK

"Ini yang mulai sekarang saya tidak mau lagi. Urusan data, pegangannya hanya satu sekarang di BPS (Badan Pusat Statistik)," kata Jokowi, saat pencanangan sensus ekonomi 2016 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26 /4/2016). Kepercayaan yang luar biasa besar dari seorang pemimpin republik ini,  merupakan pujian sekaligus tantangan bagi segenap insan Badan Pusat Statistik.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah hanya akan menggunakan data yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan bukan kementerian. Hal itu akan digunakan sebagai dasar untuk pembuatan kebijakan pemerintah mulai saat ini. Akan tetapi, Jokowi mengingatkan, agar BPS juga akurat dalam pengumpulan data. Data tersebut juga akan ditinjau kembali untuk melihat kebenarannya dari berbagai hal. Sebuah tujuan yang sangat dahsyat, yaitu terciptanya kesergaman data, sebuah ide besar berupa one data bisa segera terealisasi.
Berdasarkan Undang-Undang Statistiik No.16 Tahun 1997, Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi satu-satunya lembaga yang diberi tanggung jawab oleh negara untuk menyelenggarakan kegiatan statistik dasar, yakni statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat luas, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional, dan makro. Statistik dasar diselenggarakan oleh BPS melalui berbagai sensus dan survei. Sensus dilakukan dengan mencacah semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik populasi pada saat tertentu. Contoh kegiatan sensus yang dilakukan oleh BPS adalah Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Adapun survei dilakukan dengan mencacah sampel untuk memperkirakan karakteristik populasi. Contoh kegiatan survei yang secara rutin dilakukan oleh BPS adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), Survei BIaya Hidup (SBH), dan lain-lain.
Tanggal 26 September 2016 ini kembali kita memperingati Hari Statistik Nasional (HSN).  Filosofi  dibalik lahirnya Hari Statistik Nasional adalah terwujudnya masyarakat yang sadar statistik. Kata “sadar” mengandung makna, masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup tentang statistik, juga tahu kegunaan dan pentingnya statistik tersebut. Jika masyarakat sudah sadar statistik, perilaku “menyukai statistik” tentu dengan sendirinya akan terbit pada diri setiap masyarakat. Dengan demikian, berbagai kegiatan statistik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat yaitu statistisi (sebagai penghasil data), responden (sebagai sumber data), dan pengguna/konsumen data dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Selama ini peran dan keikutsertaan masyarakat masih terbilang kurang.  BPS banyak menemukan kendala di lapangan saat melakukan pendataan atau pencacahan data terhadap masyarakat, banyak masyarakat yang merasa bosan didatangi oleh petugas dari BPS untuk melakukan pengambilan data, mulai dari mengucapkan kata-kata kurang mengenakkan, hingga sampai tahap pengusiran secara paksa. Sering ditemukan adanya responden yang "Jenuh", "Jengah", "Bosan" dan bahkan menolak untuk didata. Hal ini sangat wajar, sebab kegiatan pendataan yang dilakukan BPS memang sangat banyak dan berkala sehingga sudah pasti akan menimbulkan rasa bosan bagi masyarakat. Ini berarti, masyarakat Indonesia masih belum sadar mengenai data-data statistik yang nantinya dihasilkan oleh BPS. Selain itu, masyarakat juga merasa bosan akibat mereka tidak mendapatkan apa-apa terhadap keterangan yang mereka berikan kepada BPS. Padahal, data tersebut sangat strategis bagi pemerintah dalam upaya mengambil kebijakan pembangunan. Kejujuran dan keikhlasan masyarakat dalam memberikan data yang lengkap dan secara berkala tentunya akan sangat berguna bagi pembangunan negara.
Peringatan Hari Statistik Nasional ini tidak hanya ditujukan kepada Insan BPS melainkan seluruh komponen masyarakat; reponden, produsen maupun konsumen data agar makin menyadari manfaat statistik itu baik bagi Pemerintah, Politisi, Pengusaha, bahkan sampai Rumah Tangga atau orang perorang yang akan menjadi objek ataupun pelaku dalam kegiatan perstatistikan. 
Membangun data itu memang mahal, tapi membangun tanpa data akan jauh lebih mahal. Semoga data statistik di Indonesia dapat berperan dalam mencerdaskan bangsa. Selamat Hari Statistik Nasional.

Senin, 22 Agustus 2016

CERITA HOROR KENAIKAN HARGA ROKOK

Wacana kenaikan harga rokok beberapa hari terakhir membuat para perokok gelisah. Kegelisahan yang wajar karena apabila benar rokok mengalami kenaikan sampai dengan dua kali lipat bisa jadi mereka tidak akan bisa lagi menikmati racun rokok yang selama ini menjadi kenikmatan tersediri bagi perokok.
Sebagai seorang yang hanya pernah mengisap asap rokok dari hembusan perokok yang berada disekitar penulis mungkin berita kenaikan harga rokok ini merupakan kado terindah apabila kenaikan harga tersebut benar terjadi, tapi akan menjadi sebuah cerita horor apabila wacana itu hanya tinggal sebatas wacana.
Melalui tulisan ini penulsi hanya ingin membeberkan beberapa fakta yang mnguntungkan apabila harga rokok benar akan dinaikkan. Dari sisi ekonomi kita perlu melihat harga tembakau di Indonesia, nilai impor tembakau, jumlah pekerja atau petani tembakau dan jumlah tenaga kerja yang terserap di industri penghasil asap ini.
Pengeluaran rumah tangga untuk membeli rokok per hari terkadang melebihi nilai yang diperlukan untuk membeli harga bahan makanan pokok untuk rumah tangga tersebut. Dalam setiap Survey Sosial Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dapat dilihat bahwa seringkali pengeluaran untuk keperluan merokok kepala rumah tangga lebih besar dari nilai yang diperlukan untuk membeli beras untuk rumah tangga tersebut. Misalnya seorang Bapak dengan dua anak memerlukan uang sekitar Rp 17.000,- per hari untuk membeli sebungkus rokok, sementara untuk membeli kebutuhan beras 1 kilogram per hari hanya sekitar Rp 12.000,-. Dari contoh sederhana di atas saja dapat kita lihat bahwa ada selisih  Rp 5.000,- per hari,  padahal kerugian dari jumlah uang tersebut masih ditambah bonus dengan terpaparnya anak dan istri  oleh asap rokok akibat bapat tersebut yang merokok dirumah.
Data dari Direktorat Jenderal Perkebunan pada tahun 2013 menunjukan angka 41.764.938 Kg atau setara dengan US$ 199.589.221 untuk nilai ekspor sedangkan nilai impor sebesar 121.218.229 Kg atau sebesar US$ 627.301.457. Nilai impor tersebut terus trend yang meningkat sejak tahun 2010 dimana pada tahun tersebut nilai impor sebesar US$ 378.710.000, tahun 2011 US$ 507.188.000, dan pada tahun 2013 sebesar US$ 627.301.457. Dari data impor ini dapat kita lihat dengan jelas siapa sebenarnya yang diuntungkan dalam bisnis tembakau ini, apakah para petani tembakau atau pengusaha-pengusaha besar penikmat hasil impor tembakau ?
Petani tembakau juga seharusnya tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga rokok ini karena hasi dari perkebunan tembakau tidak hanya untuk digunakan pada indsutri rokok tapi juga dapat digunakan pada industri lain.  Tembakau  sebenarnya sangat  bermanfaat bagi kesehatan bahkan telah lama menjadi tanaman obat. Kepala Peneliti di Georgetown University, Washington DC, Dr. Kenneth Dretchen yang melakukan penelitian terhadap virus HPV (Human Papilloma Virus) yang menjadi penyebab munculnya kanker mulut rahim. Ia mengembangkan antibodi terhadap HPV dari senyawa yang terkadung dalam tembakau. Berdasarkan penelitian, tumbuhan tembakau dapat menjadi obat penawar alternatif karena tembakau mampu menjadi wadah perkembangan genetik virus HPV tersebut untuk memproduksi sel kuman yang nantinya dapat menjadi antibodi bagi virus pencetus kanker mulut rahim.
Masalah PHK besar-besaran pun sebenarnya sudah terjadi di industri rokok walaupun harga rokok belum dinaikkan. Data dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pada tahun 2015 menyebutkan bahwa telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di Sampoerna sebanyak 12.125 pekerja, Gudang Garam 6,189 pekerja dan Bentoel sebanyak 1.000 pekerja. Semua ini dilakukan karena besarnya biaya produksi. Bukan karena nilai jual rokok yang naik. 
Uraian di atas memang hanya sebuah deskripsi sederhana tentang untung ruginya bagi masyarakat jika harga rokok benar dinaikkan. Tapi penulis harap tulisan ini dapat menjadi gambaran bagi seluruh lapisan masyarakat dalam menyikapi wacana kenaikan harga rokok saat ini. Sehingga kenaikan harga rokok tidak menjadi sebuah cerita horor. Sudah saatnya kita memang berani berkata bahwa “Saya keren tanpa rokok”. 

Sabtu, 13 Agustus 2016

KEMERDEKAAN PENDIDIKAN

Membaca berita kasus pemukulan guru SMKN 2 Makassar yang dilakukan oleh orang tua siswa yang tidak menganalisa dulu apa yang telah dilaporkan anaknya membuat miris. Kita telah merdeka selama 71 tahun tetapi terkadang kita salah mengartikan kemerdekaan tersebut. Kita salah mengartikan kemerdekaan dalam bersikap. Yang muncul akibat kesalahan pemahaman tersebut adalah tindakan anarkis dan ketidakpedulian terhadap sekitar serta hilangnya rasa hormat.
Penulis masih ingat masa-masa sekolah dulu dimana guru menjadi panutan, guru memiliki kebebasan dalam mendidik anak-anak didiknya disekolah. Tidak seperti saat ini para guru dihantui oleh ketakutan akan sanksi hukum karena salah dalam cara mendidik. Kekerasan terhadap anak memang tidak bisa ditolerir akan tetapi sebagai orang tua kita juga harus bijak mana yang sebenarnya kekerasan dan mana yang sebenarnya untuk tujuan mendidik. Jika memang ada siswa yang mendapat pembinaan dari gurunya kita selaku orang tua hendaknya bersikap bijaksana.
Seperti yang kita ketahui bersama, salah satu tugas utama dari guru sebagai seorang pendidik adalah mengajarkan kebaikan dan kebenaran. Sebagai bagian dari proses pendidikan, hukuman diberlakukan untuk dapat menegakkan kebenaran tersebut. Namun, apa jadinya jika pemberian hukuman yang diberikan oleh guru kepada muridnya dengan maksud mengajarkan kebaikan tersebut justru membuat sang guru mendapat undangan menginap di hotel prodeo ? Disadari atau tidak, jika hal ini terus berlarut-larut tanpa ada sebuah solusi dari pemerintah, maka "ditakutkan", guru akan kehilangan sebagian powernya sebagai pendidik. Murid akan semakin "berani" kepada gurunya; toh kalau kena hukuman cubit tinggal lapor polisi, lakukan visum, dan sang guru pun akan jadi tersangka. Pada akhirnya, guru akan kehilangan wibawa dan rasa hormat dari para muridnya.
Kita terkadang seringkali melupakan, bahwa manusia diberi pendidikan seyogyanya adalah agar manusia dapat berpikir, memiliki kecerdasan, sekaligus berprilaku yang baik sehingga dapat mengapresiasi setiap perilakunya sesuai dengan hasil pendidikannya yang diperoleh. Berpikir dan berperilaku merupakan hasil dari upaya sebuah pendidikan yang diterapkan, pendidikan tidak hanya berada pada tataran berpikir untuk kecerdasan, tetapi perilaku (akhlaq) justru merupakan hal terpenting dari sebuah hasil pendidikan. Yang sangat  disayangkan adalah ketika pendidikan saat ini lebih banyak membentuk orang cerdas tetapi miskin moral. Kita sangat sulit untuk mencari orang “baik” tapi sangat mudah mencari orang yang “pintar”. Realitas sekarang yang sering kita saksikan adalah justru orang-orang yang kemudian melakukan korupsi adalah orang-orang yang “cerdas” dan berpendidikan, bukan orang-orang yang bodoh.
Pendidikan moral sejatinya adalah pendidikan untuk menjadikan anak lebih manusiawi dan berperilaku sesuai norma dan etika. Artinya pendidikan moral adalah pendidikan yang bukan mengajarkan tentang akademik dan mengutamakan sisi kognisi, namun non akademik khususnya tentang sikap dan bagaimana perilaku sehari-hari yang baik. Tentu saja pendidikan moral bisa dikatakan sebagai pendidikan yang akan dibawa sampai akhir hayat. Pendidikan yang akan menentukan bagaimana ia dipandang masyarakat lain kelak. Dan tentu saja, satu negara bisa saja hancur karena moral anak bangsanya yang rendah. 
Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-71, semoga momentum hari kemerdekaan ini juga menjadi kemerdekaan bagi pendidikan di Indonesia, kemerdekaan untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang cerdas dan berakhlak yang akan menopang tegaknya bangsa ini dan dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang sudah lebih dahulu maju dibanding kita. Jadikanlah pendidikan sebagai skala prioritas dalam membentuk bibit-bibit anak bangsa yang semakin berkualitas mampu bersaing secara sehat dengan bangsa di belahan dunia manapun !

Selasa, 09 Agustus 2016

MAKNA KEMERDEKAAN

Sebentar lagi pada tanggal 17 Agustus 2016 bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 tahun. 71 Tahun sudah usia Kemerdekaan Negeri ini, Negeri yang berjuluk Gemah Ripah Loh JInawi, Tata Tentram Tata Rahaja. Negeri Khatulistiwa, Ratna Mutu Manikam. Negeri ini akan kembali bersolek, larut dalam kegembiraan perayaan hari kemerdekaan yang terkadang meninabobokan kita dari arti kemerdekaan sesungguhnya.
Betapa besar perjuangan para pahlawan negeri ini dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan negeri. tidak terhitung jumlah korban jiwa yang berjatuhan. Beribu anak kehilangan orang tuanya, isteri kehilangan suami, dan suami kehilangan isteri. Harta dan jiwa melayang, namun tidak mengendorkan semangat mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “beribu kami terbaring antara Kerawang Bekasi“ kata Chairil Anwar dalam bait-bait puisinya. “kami mati muda, sebuah lobang peluru bundar di dadanya, senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang.“
Generasi 45 telah mewariskan kekayaan yang tak ada bandingannya, yaitu sebuah kemerdekaan. Inti dari kemerdekaan itu adalah kebebasan, baik kebebasan dari rasa takut, bebas berpendapat, serta bebas menentukan nasib sendiri. Namun sayang dalam kurun waktu rentang yang panjang, 71 tahun, hakekat kemerdekaan belum dapat dinikmati oleh mayoritas rakyat Indonesia. Kemerdekaan secara penuh dan utuh masih belum tercapai, yaitu kemerdekaan yang meliputi, memperjuangkan hak-hak rakyat, merdeka politik, merdeka ekonomi dan sosial budaya, dan merdeka dari penjajahan global yang akan merusak identitas dan jati diri bangsa Indonesia.
Kalau kita menengok ke belakang dan kembali membuka lembaran sejarah, maka akan didapatkan sebuah mutiara tentang jiwa dan semangat perjuangan 45. Para pahlawan 45 telah mewariskan sebuah nilai tentang “kerelaan berkorban”. Jiwa rela berkorban seharusnya dimiliki kembali oleh semua komponen anak bangsa untuk mengejar ketertinggalan. Tak kalah penting adalah mempererat kembali tali persatuan dari Sabang sampai Merauke, yaitu dengan jalan membangun jiwa dan semangat nasionalisme yang mulai tercabik-cabik. Memperkokoh mental generasi muda serta penekanan pada moralitas keagamaan.
Pengisi kemerdekaan haruslah mampu memerdekakan akalnya, memerdekakan hati nuraninya, memerdekakan tindakannya, dan memerdekakan ruhaninya dari ikatan, belenggu, penindasan, dan kekuasaan hawa nafsu rendah.  Kemerdekaan dari komponen penting di dalam diri manusia tersebut akan mendorong suatu peleburan menjadi satu kesatuan utuh, mengandung kekuatan Sang Pencipta yang sangat dahsyat. Inilah sesungguhnya hakikat kemerdekaan. Dengan demikian, di dalam mengisi kemerdekaan selalu dalam tuntunanNya dan keridhaanNya, dan pasti sejalan dengan visi dan misi para pejuang.
Berjuanglah dengan apa yang Kita bisa lakukan hari ini dan lakukan walau sekecil apapun, kalaupun kondisi tidak juga berubah ketika Kita hidup paling tidak Kita telah menitipkan sejumput pengetahuan yang nantinya akan menjadi sebuah asa yang kemudian akan berkobar lewat letupan api semangat dalam dada anak-anak muda generasi penerus bangsa yang akan terus hidup untuk mengisi kemerdekaan. Nasionalisme yang berpikir bukan sekedar mengumbar erotisme belaka.
Setiap tahunnya, jarak antara masa perjuangan kemerdekaan dengan masa kini semakin jauh. Para pelaku sejarah yang dikenal sebagai angkatan 45, banyak yang telah meninggalkan alam fana dengan meninggalkan nilai-nilai juang dan semangat 45 kepada generasi penerus. Persembahan yang paling agung dan tak ternilai harganya adalah keberhasilan meraih kemerdekaan. Patut kiranya apabila kita menundukkan kepala sejenak, mengheningkan cipta, menjadikannya sebuah renungan panjang ketika memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Peringatan tersebut bukan hanya sekedar formalitas yang bersifat seremonial belaka. Mudah-mudahan kita benar-benar menjadi bangsa yang merdeka.